Sampai Maut Memisahkan Kita by Mira W
Mira W

Sampai Maut Memisahkan Kita by Mira W

“Banyak lelaki yang menginginkan tubuhku. Dari yang banyak itu, hanya sedikit yang menginginkanku sebagai istri. Dari yang sedikit itu, hanya beberapa yang sungguh-sungguh mencintaiku. Dan dari yang beberapa itu, tidak ada yang menghargai diriku sebagai manusia. Karena itu aku harus menghargai diriku sendiri.”
“Dan itukah hargamu sekarang?” sergah Febrian marah-marah sambil menunjuk lembaran-lembaran uang di atas meja. “Mengapa tidak kamu ambil untuk menghargai dirimu?!”
“Karena aku tidak menerima uang dari orang yang lebih tidak berharga lagi daripada diriku. Anggaplah pelayananku malam ini sebagai tip untukmu.”

Mula-mula, Febrian hanya membutuhkan wanita itu sebagai alat untuk menyembuhkan penyakitnya. Ketika kemudian ternyata nilai wanita itu lebih daripada obat dan hiburan, dia terperosok ke dalam dilema yang rumit… […]

Di Tepi Jeram Kehancuran by Mira W
Mira W

Di Tepi Jeram Kehancuran by Mira W

“Akan kita kalahkan perempuan itu, Rianti. Enam tahun yang lalu Ibu sudah pernah mengalahkannya! Waktu itu, mereka juga sudah punya anak!”
“Tapi saya tidak sampai hati memisahkan mereka, Bu! Anak itu membutuhkan seorang ayah.”
“Dan kau tidak membutuhkan suamimu, anak bodoh?”
“Tentu saja saya membutuhkan suami saya, Bu. Tapi jika kebahagiaan saya harus ditukar dengan penderitaan seorang anak kecil…”

Di tepi jeram kehancuran
Yang hampir menjerumuskan bahtera impian
Rianti dihadapkan pada dua pilihan
Kebahagiaan atau Pengorbanan?
[…]

Biarkan Kereta Itu Lewat, Arini! by Mira W
Mira W

Biarkan Kereta Itu Lewat, Arini! by Mira W

Arini menoleh ke arah Nick dengan perasaan serba salah. Nick pasti tersinggung kalau tidak diperkenalkan. Dan Arini tidak dapat melupakan bagaimana reaksi tamu terhormatnya itu. Dia begitu terkejut. Tidak menyangka pemuda yang seperti anak SMA itu suami Ibu Arini Utomo yang direktris. […]